
Meski tidak ada korban luka, mereka harus berjuang selama hampir 10 jam terombang-ambing di tengah laut sebelum akhirnya ditemukan dan diselamatkan kapal nelayan lain. Kapal yang mereka gunakan rusak parah, bahkan alat pelacak GPS hilang terseret ombak.
Dengan bantuan dari PT Timah Tbk, Zulkarnain berencana membuat kapal baru dan membeli perlengkapan pendukung untuk kembali melaut.
“Terima kasih PT Timah. Bantuan ini akan kami gunakan untuk membuat kapal baru dan membeli perlengkapan melaut. Semoga PT Timah terus membantu nelayan, bukan hanya mesin kapal, tetapi juga perlengkapan lain yang dibutuhkan untuk mencari nafkah,” ujarnya.
Zulkarnain juga menyampaikan doa dan harapannya di momen HUT ke-49 PT Timah.