
Berdasarkan keterangan korban, kapal yang ditumpanginya mengalami mati mesin sehingga tidak dapat dikendalikan dan hanyut terbawa arus menuju Perairan Jebu Laut.
Kondisi tersebut membuat Tim SAR Gabungan harus memperluas area pencarian. Dua armada dikerahkan dengan menyisir wilayah berbeda, yakni rubber boat Basarnas dan kapal nelayan milik keluarga korban.
Strategi penyisiran itu akhirnya membuahkan hasil. Korban pertama kali ditemukan oleh tim dari kapal keluarga yang sedang menyisir salah satu area pencarian yang telah ditentukan.
“Korban pertama kali ditemukan di atas kapalnya oleh tim dari kapal keluarga yang menyisir salah satu Search Area yang sudah kita tentukan. Setelah menemukan korban, pihak keluarga segera menginformasikan keberadaan korban kepada tim Basarnas yang juga sedang melakukan penyisiran menggunakan rubber boat di area terdekat,” jelas Mikel.