Juli 2025, Babel Alami Inflasi

    Caption: Kepala Perwakilan BI Provinsi Bangka Belitung, Rommy S Tamawiwy.

    Secara tahunan, seluruh wilayah di Bangka Belitung juga mengalami inflasi. Kabupaten Belitung Timur merupakan wilayah yang mengalami inflasi tertinggi yakni sebesar 3,50% (yoy). Kemudian diikuti oleh Kabupaten Tanjungpandan dan Kota Pangkalpinang masing-masing mengalami inflasi sebesar 2,67% (yoy) dan 1,71% (yoy). Selanjutnya, Kabupaten Bangka Barat tercatat sebagai wilayah yang mengalami inflasi terendah yaitu sebesar 1,18% (yoy).

    Lebih lanjut, Rommy menambahkan Bank Indonesia terus bersinergi dengan TPID dan mitra strategis lainnya dalam menjaga inflasi pada rentang yang rendah dan stabil. Hal ini sebagai bentuk dukungan Bank Indonesia dan TPID terhadap 3 langkah strategis pengendalian inflasi yaitu (i) menjaga inflasi tahun 2025 pada kisaran sasaran nasional 2,5±1% dalam rangka mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi, (ii) menjaga inflasi harga pangan bergejolak (volatile food) dalam kisaran 3,0-5,0% dan (iii) memperkuat koordinasi pusat dan daerah dengan penyusunan Peta Jalan Pengendalian Inflasi 2025-2027.

    “Bank Indonesia bersinergi dengan TPID se-Bangka Belitung akan terus memperkuat kerangka kebijakan 4K dalam pengendalian inflasi yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif,” ujar Rommy.

    Dalam rangka mendukung keterjangkauan harga bahan pokok, sejak bulan Januari-Juli 2025 telah dilaksanakan 34 sidak pasar di seluruh wilayah di Bangka Belitung baik yang dipimpin langsung oleh kepala daerah maupun oleh perwakilan instansi terkait. Sidak ini dilakukan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat agar tidak khawatir terhadap potensi kenaikan harga bahan pokok. Selain itu, Bank Indonesia juga turut mendukung penyelenggaraan Operasi Pasar (OP) dan Gerakan Pasar Murah (GPM) yang diorkestrasi oleh Pemerintah Provinsi. Di sisi lain, Bank Indonesia juga terus melakukan pemantauan perkembangan harga secara harian melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dapat dimanfaatkan dalam memonitor perkembangan harga pangan secara realtime.

    Pada kerangka ketersediaan pasokan, Bank Indonesia juga terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait. Pada bulan Juli, telah dilakukan berbagai upaya dalam rangka memperkuat ketahanan pangan melalui berbagai kegiatan inisiatif:

    1. Hilirisasi produk perikanan yang dilakukan oleh UMKM di Kurau Batubelubang dan Sungaiselan;
    2. Penyaluran SPHP oleh Bulog yang sudah dimulai sejak tanggal 24 Juli 2024;
    3. Penandatanganan 3 (tiga) Kerja Sama Antar Daerah (KAD) Government to Government (G to G) pada tanggal 25 Juli 2025 mengenai sinergi pengendalian inflasi daerah yang dilaksanakan pada rangkaian kegiatan Explore Babel antara Kabupaten Belitung Timur dan Kota Bekasi; Kabupaten Belitung Timur dan Kota Pangkalpinang; dan Kabupaten Belitung Timur dan Kabupaten Belitung; dan
    4. Penanaman jagung bersama Kapolres Bangka Tengah di Desa Namang Kabupaten Bangka Tengah pada tanggal 31 Juli 2025.

    Hingga akhir bulan Juli 2025, telah dilaksanakan kegiatan OP sebanyak 75 kali di seluruh wilayah di Bangka Belitung, baik yang diorkestrasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, inisiatif dari masing-masing Pemerintah Kabupaten/Kota maupun kegiatan operasi pasar yang merupakan arahan dari Badan Pangan Nasional yang berlokasi di Kantor PT Pos Indonesia di Bangka Belitung. Bank Indonesia senantiasa mendukung kegiatan operasi pasar dengan memfasilitasi distribusi pangan bagi distributor sehingga bahan pokok yang dijual di kegiatan operasi pasar lebih murah dibandingkan harga pasar. Melalui dukungan tersebut, diharapkan pelaksanaan operasi pasar murah menjadi lebih optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook