
Sejak babak pertama, Indonesia sebenarnya lebih banyak menekan pertahanan Thailand. Namun, sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi gol. Babak pertama bahkan berakhir 0-0 meski Garuda mampu menciptakan beberapa peluang berbahaya.
Thailand sendiri beberapa kali mencoba keluar dari tekanan melalui serangan balik. Situasi itu membuat Indonesia tidak bisa sepenuhnya bermain lepas karena kehilangan bola di area depan dapat membuka ruang bagi serangan lawan.
Memasuki babak kedua, Indonesia kembali berusaha meningkatkan tekanan. Namun, rapatnya pertahanan Thailand membuat gol yang ditunggu tak kunjung datang.
Hingga akhirnya pelanggaran terhadap Romeny memberikan momentum bagi Indonesia.