
Ari juga menjelaskan, pihaknya sudah berupaya menggunakan semua peralatan dan standby di lokasi untuk mengantisipasi api yang lebih besar dan akan membabat habis hutan kota seluas 10 hektare tersebut.
“Kami sudah sejak kemarin standby memadamkan api secara bergantian, menggunakan drone milik BPBD kita untuk melihat titik api dan juga berusaha membuka jalan ke titik api. Namun api cepat merambat karena rumput kering dan panas yang luar biasa. Namun kami masih berupaya hingga saat ini, ” tegasnya.
Sementara itu, Rian (31) salah seorang warga Koba mengaku sangat terganggu adanya asap tebal yang ada di jalan Bypas ini. Ia merasa sesak napas dan mata perih lantaran melewati jalan tersebut untuk bekerja.