Hutan Butuh Aksi, Bukan Slogan: Pemuda Babel Berkumpul di Kelekak Bangka

    INTRIK.ID, BANGKA — Pelestarian hutan tak cukup berhenti pada slogan dan seremoni. Perlu keterlibatan generasi muda agar kepedulian terhadap lingkungan berubah menjadi gerakan nyata.

    Semangat itulah yang dibawa dalam Kemah Ekologi 2.0 dan Apresiasi Pemuda Peduli Lingkungan Tahun 2026 di kawasan Kelekak Bangka, Desa Zed, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Senin (26/10/2026).

    Mengusung tema “Pemuda Bergerak dan Pelestarian Hutan untuk Masa Depan Bangka Belitung”, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan komunitas pemuda dan pelajar untuk memperkuat kepedulian terhadap kelestarian alam.

    Lebih dari sekadar berkemah, kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap alam.

    Ahmad Juliyanta dari Green Leadership Indonesia mengatakan, pemuda mempunyai posisi strategis sebagai penggerak perubahan, termasuk dalam membangun kepedulian lingkungan di tingkat masyarakat.

    “Pemuda memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya belajar di alam terbuka, tetapi juga diajak menerapkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.

    Menurutnya, keterlibatan pemuda dalam kegiatan lingkungan dapat menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan kesadaran kolektif. Namun, semangat tersebut diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, melainkan berlanjut melalui aksi yang konsisten.

    Apresiasi untuk Pemuda Peduli Lingkungan

    Selain kemah ekologi, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian Apresiasi Pemuda Peduli Lingkungan Tahun 2026. Penghargaan tersebut ditujukan untuk mengapresiasi dedikasi dan kontribusi anak muda dalam menjaga kelestarian alam.

    Andre Z dari Komunitas Kelekak Bangka menegaskan, kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.

    “Penanaman pohon, edukasi lingkungan, dan kolaborasi antar komunitas serta pelajar menjadi bagian penting menumbuhkan semangat tanggung jawab bersama terhadap alam. Kemah Ekologi ini kami harap menjadi ruang pertemuan yang saling memperkuat jaringan gerakan pelestarian lingkungan,” katanya.

    Kolaborasi antarkomunitas dan pelajar diharapkan memperluas jangkauan edukasi lingkungan sekaligus memperkuat jaringan gerakan pelestarian alam di Bangka Belitung.

    Kegiatan ini melibatkan sejumlah komunitas pemuda dan pelajar, yakni Kopassas IAIN SAS Bangka Belitung, Himpla Universitas Pertiba, HW Unmuh Babel, Pepelingasih Kabupaten Bangka Tengah, Pepelingasih Kabupaten Bangka, Maritim Muda Nusantara Bangka, You-Rings Bangka Belitung, Gasipa SMA Negeri 1 Mendo Barat, serta Sispala Palamaneka SMA Negeri 1 Simpang Katis.

    Kemah Ekologi 2.0 terlaksana dengan dukungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta BPDAS Baturusa Cerucuk.

    Melalui kegiatan ini, para pemuda diharapkan tidak hanya menjadi peserta dalam agenda lingkungan, tetapi juga mengambil peran berkelanjutan dalam menjaga hutan dan mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian alam.

      Ikuti kami di Facebook