Hari Santri dan Milad ke-27 Bahrul Ulum, Pesantren Tekankan Lahirnya Generasi Emas

    INTRIK.ID, BANGKA — Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Centre, Sungailiat, Kabupaten Bangka, tidak hanya diisi apel bersama. Momentum ini juga menjadi pengingat pentingnya membentuk santri yang religius, berwawasan kebangsaan, dan berakhlak untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

    Ratusan santri, ustaz, dan ustazah mengikuti apel peringatan Hari Santri Nasional di halaman pondok pesantren tersebut, Kamis (22/10/2026), mulai pukul 07.30 WIB.

    Kepala Ponpes Bahrul Ulum Islamic Centre, Kyai Sukaryadi, bertindak sebagai pembina apel. Ia mengajak seluruh santri menyuarakan tema Hari Santri Nasional 2026, yakni “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

    Seruan tersebut disambut antusias oleh para santri yang mengikuti apel dengan tertib.

    Dalam amanatnya, Kyai Sukaryadi mengingatkan bahwa Hari Santri tidak seharusnya berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Peringatan ini perlu menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat belajar, memperbaiki akhlak, dan menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa.

    “Hari Santri tidak boleh sekadar menjadi seremonial tahunan. Harus ada makna yang diambil, semangat yang dibangkitkan,” ujarnya.

    Ia juga mengingatkan para santri agar mampu memadukan nilai-nilai keagamaan dengan semangat kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

    “Jadilah santri yang religius sekaligus nasionalis. Jadilah santri yang cerdas sekaligus berakhlak,” pesannya.

    Kyai Sukaryadi turut mengingatkan sejarah perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya melalui Resolusi Jihad yang dikaitkan dengan momentum 22 Oktober 1945.

    Dalam kesempatan tersebut, dibacakan pula amanat Menteri Agama Republik Indonesia yang menekankan peran strategis santri dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

    Milad ke-27 Perkuat Kebersamaan Pesantren

    Peringatan Hari Santri tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan Milad ke-27 Yayasan Bahrul Ulum Islamic Centre.

    Sekretaris Yayasan Bahrul Ulum Islamic Centre, H. Murjadi, menjelaskan bahwa peringatan tersebut dirangkai dengan sejumlah kegiatan internal pesantren, mulai dari apel Hari Santri, tasyakuran milad, hingga perlombaan.

    “Setelah upacara di lapangan selesai, peringatan milad akan dilanjutkan di Gedung Serbaguna. Bentuknya tasyakuran berupa pemotongan tumpeng,” kata Murjadi.

    Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi keluarga besar pesantren untuk mempererat kebersamaan sekaligus mensyukuri perjalanan yayasan yang telah memasuki usia 27 tahun.

    Murjadi juga mengajak seluruh warga pesantren untuk berpartisipasi menyukseskan setiap agenda yang telah disiapkan.

    “Ini kegiatan kita bersama. Maka, kita harus sukseskan bersama,” tegasnya.

    Sementara itu, Ketua Yayasan Bahrul Ulum Islamic Centre, H. Syaiful Zohri, berharap momentum Hari Santri dan milad yayasan dapat mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki kejernihan berpikir, keteguhan sikap, dan kedalaman spiritual.

    “Kita berharap peringatan ini melahirkan Santri Emas — pikirannya jernih, hatinya suci, langkahnya tegak lurus. Melahirkan orang-orang bijak yang dilandasi fikir dan zikir. Insya Allah,” ungkapnya.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Yayasan H. Murjadi, Dewan Pembina Yayasan Bahrul Ulum, Kepala MTs Plus Bahrul Ulum Ustaz Ali Mafrohim, Kepala SMA Plus Bahrul Ulum Ustazah Yuniarsih, serta jajaran pengurus dan tenaga pendidik di lingkungan pesantren.

    Melalui peringatan Hari Santri dan Milad ke-27 ini, keluarga besar Bahrul Ulum berharap pesantren terus berperan dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa.

      Ikuti kami di Facebook