
Ia juga mengingatkan para santri agar mampu memadukan nilai-nilai keagamaan dengan semangat kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadilah santri yang religius sekaligus nasionalis. Jadilah santri yang cerdas sekaligus berakhlak,” pesannya.
Kyai Sukaryadi turut mengingatkan sejarah perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya melalui Resolusi Jihad yang dikaitkan dengan momentum 22 Oktober 1945.
Dalam kesempatan tersebut, dibacakan pula amanat Menteri Agama Republik Indonesia yang menekankan peran strategis santri dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Peringatan Hari Santri tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan Milad ke-27 Yayasan Bahrul Ulum Islamic Centre.
Sekretaris Yayasan Bahrul Ulum Islamic Centre, H. Murjadi, menjelaskan bahwa peringatan tersebut dirangkai dengan sejumlah kegiatan internal pesantren, mulai dari apel Hari Santri, tasyakuran milad, hingga perlombaan.
“Setelah upacara di lapangan selesai, peringatan milad akan dilanjutkan di Gedung Serbaguna. Bentuknya tasyakuran berupa pemotongan tumpeng,” kata Murjadi.