Hampir 2 Kilometer Warga Cari Air, Kini Tak Perlu Lagi ke Atas Bukit

    INTRIK.ID, KARIMUN — Hampir dua kilometer harus ditempuh warga Desa Kundur, Kabupaten Karimun, untuk mendapatkan air bersih. Kondisi itu semakin menyulitkan ketika musim kemarau membuat sumber air terbatas.

    Kini, warga Dusun II tidak lagi harus menempuh perjalanan sejauh itu. Sumur bor yang dibangun melalui kolaborasi PT Timah (Persero) Tbk dan Kodim 0317/TBK telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

    Sumur bor tersebut merupakan bagian dari program Negara Hadir untuk Rakyat yang dibangun di tiga titik, yakni Desa Gemuruh, Desa Sawang Laut, dan Desa Kundur, Kecamatan Kundur Barat.

    Kepala Desa Kundur, Murhalim, mengatakan sebelumnya warga harus mengambil air dari sumber yang lokasinya cukup jauh dan berada di atas bukit.

    “Selama ini warga mengambil air yang lokasinya cukup jauh dan berada di atas bukit. Jaraknya hampir dua kilometer sehingga cukup menyulitkan warga, terutama untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci dan kakus,” ujarnya.

    Menurut Murhalim, kondisi tersebut menjadi persoalan tersendiri bagi masyarakat, terutama saat musim kemarau. Setelah sumur bor tersedia, ratusan kepala keluarga di Dusun II kini dapat memperoleh air dengan akses yang jauh lebih mudah.

    “Alhamdulillah, manfaat sumur bor ini sudah dirasakan masyarakat. Ini memang menjadi kebutuhan warga karena air sangat penting, terutama ketika musim kemarau,” tuturnya.

    Persoalan serupa juga dirasakan warga Desa Sawang Laut. Kepala Desa Sawang Laut, Jefrizal, mengatakan sekitar 40–50 kepala keluarga di satu RT telah memanfaatkan sumur bor tersebut.

    Warga Dusun I, khususnya RT 03 dan RT 04, sebelumnya kerap mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari ketika musim kemarau.

    “Sekarang sekitar 40–50 KK sudah merasakan manfaatnya. Apalagi kalau musim kemarau, warga di Dusun I memang kesulitan air. Dengan adanya sumur bor dari program ini, Alhamdulillah sangat membantu,” kata Jefrizal.

    Ia mengatakan pembangunan sumur bor dilakukan ketika masyarakat tengah menghadapi musim kemarau. Begitu selesai, fasilitas tersebut langsung digunakan warga.

    “Airnya jernih dan sudah dimanfaatkan masyarakat. Ini sangat membantu kami karena ini memang menjadi kebutuhan masyarakat,” katanya.

    Bagi warga Sawang Laut dan Kundur, keberadaan sumur bor bukan sekadar tambahan fasilitas desa. Akses terhadap air yang lebih dekat menjadi penting karena kebutuhan tersebut harus dipenuhi setiap hari, sementara sumber air sebelumnya terbatas atau berada cukup jauh.

    Jefrizal juga mengapresiasi dukungan PT Timah yang dalam beberapa tahun terakhir turut menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di Desa Sawang Laut.

    Kolaborasi PT Timah dan Kodim 0317/TBK melalui pembangunan tiga sumur bor tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat dalam menghadapi persoalan keterbatasan akses air bersih, khususnya saat musim kemarau.(*)

    Sumber: PT Timah Tbk

      Ikuti kami di Facebook