
Ia mengatakan pembangunan sumur bor dilakukan ketika masyarakat tengah menghadapi musim kemarau. Begitu selesai, fasilitas tersebut langsung digunakan warga.
“Airnya jernih dan sudah dimanfaatkan masyarakat. Ini sangat membantu kami karena ini memang menjadi kebutuhan masyarakat,” katanya.
Bagi warga Sawang Laut dan Kundur, keberadaan sumur bor bukan sekadar tambahan fasilitas desa. Akses terhadap air yang lebih dekat menjadi penting karena kebutuhan tersebut harus dipenuhi setiap hari, sementara sumber air sebelumnya terbatas atau berada cukup jauh.
Jefrizal juga mengapresiasi dukungan PT Timah yang dalam beberapa tahun terakhir turut menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di Desa Sawang Laut.
Kolaborasi PT Timah dan Kodim 0317/TBK melalui pembangunan tiga sumur bor tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat dalam menghadapi persoalan keterbatasan akses air bersih, khususnya saat musim kemarau.(*)