
Berdasarkan konferensi pers menjelang peluncuran fitur, Direktur Manajemen Produk Chrome, Charmaine D’Silva juga memberikan sedikit pengumuman. Ia menyebutkan bahwa fitur auto browse merupakan alat Gemini di Chrome yang bekerja layaknya asisten pintar. Fitur ini bisa menjelajah web secara otomatis untuk membantu kebutuhan pengguna.
Kabarnya, auto browse akan tersedia untuk pelanggan Gemini Pro dan Max berbayar. Perusahaan mengklaim bahwa fitur ini bisa mendeskripsikan tugas, seperti mencari penerbangan atau mengatur alur kerja profesional yang lebih kompleks.
Tak kalah menarik, Chrome auto browse juga sudah terintegrasi dengan berbagai layanan Google, termasuk Google, Maps, Calendar hingga Google Shopping. Seluruh kontrol layanan ini bisa diakses lewat side-panel Gemini yang sudah tampil permanen di Chrome terbaru. Hanya saja, sekarang ini fitur tersebut masih bergantung pemrosesan cloud.
Dalam peluncurannya, fitur Google Chrome auto browse juga siap mendukung Universal Commerce Protocol (UCP). UCP sendiri merupakan protokol atau standar sumber terbuka dari Google untuk memfasilitasi berbagai kebutuhan pengguna. Hal ini memudahkan agen AI untuk menjelajahi situs belanja, kemudian mengarahkan halaman pembayaran kepada pengguna.
Sebagai informasi, membiarkan agen AI menjelajahi internet bukanlah terobosan baru bagi Google. Sebab, Google sendiri pernah mendemonstrasikan kemampuan tersebut lewat Project Mariner. Fitur ini dikembangkan oleh unit DeepMind sekitar musim semi tahun 2025.