
“Perempuan itu bukan diberdayakan, karena perempuan harus memiliki ruang, akses dan keterpihakannya baik di bidang politik, dunia kerja, ekonomi hingga bidang pendidikan,” kata Endang, yang juga sebagai Ketua Sekretaris Umum MD Forhati Pangkalpinang.

Kendati begitu, ia berharap melalui peringatan Hari Ibu ke-94 ini para perempuan terus mengambil peran dalam rangka proses pembangunan di Indonesia, khususnya di daerah dengan julukan Negeri Serumpun Sebalai.
Sementara itu, Ketua Umum MD Forhati Pangkalpinang, Pebri Yanasari mengatakan bahwa kegiatan tersebut selain untuk memperkenalkan Forhati ke masyarakat, juga bertujuan untuk membuka pola pikir perempuan untuk melangkah jauh ke depan.