
Dalam praktiknya, Gemini terus memantau rute di background. Gemini juga memberikan informasi dan notifikasi terkait kecelakaan, konstruksi dan hambatan lainnya. Informasi ini diberikan sedini mungkin, sehingga pengguna bisa memilih alternatif rute dan menghindari keterlambatan.
Gemini memberikan pengalaman berkendara intuitif lewat interaksi percakapan yang berlangsung alami. Pengguna bisa menanyakan restoran murah dengan opsi kondisi parkir, vegan dan lainnya. Bahkan, pengguna juga bisa meminta aplikasi untuk langsung mengarahkan ke lokasi restoran tersebut.
Tak kalah menarik, fitur Gemini AI di Google Maps juga menambahkan event ke Google Calendar dengan perintah suara. Misalnya saja, meminta pengingat untuk latihan sepak bola, tanpa aktivitas yang bisa mengganggu navigasi.
Lebih lanjut, pengguna juga bisa menanyakan berbagai hal spesifik. Misalnya saja hidangan populer, informasi pertandingan hingga berita terkini. Pengguna juga bisa mengecek charger mobil listrik, saran perjalanan real-time dan membagikan estimasi waktu tiba. Semua hal bisa dilakukan dengan praktis, tanpa melepas tangan dari kemudi.
Fitur Gemini AI di Google Maps membawa inovasi menarik dengan menggunakan instruksi jarak. Penggantian ini berlangsung dengan petunjuk visual yang jauh lebih mudah terdeteksi. Misalnya saja, ketimbang berbelok dalam jarak 400 kaki, kini pengguna bisa melihat rambu stop, lampu lalu lintas hingga landmark. Mulai dari restoran, pom bensin hingga bangunan terkenal yang ada di sepanjang rute perjalanan.
Arahan dari Google Maps pun berlangsung dengan lebih jelas. Misalnya saja “belok kiri setelah melewati bangunan X” dengan adanya landmark yang di-highlight pada peta ketika mendekat.