
Keputusan tersebut juga memperlihatkan perbedaan agenda antara Indonesia dan Australia dalam menyikapi situasi di kawasan Timur Tengah.
Namun, tetap berlangsungnya pertandingan Australia bukan berarti kondisi keamanan di kawasan tersebut otomatis bebas dari risiko. Setiap federasi tentu memiliki pertimbangan dan penilaian keamanan masing-masing.
Pembatalan ini bukan datang tanpa latar belakang. Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir sudah mengungkapkan kekhawatiran mengenai situasi keamanan di Timur Tengah.
Pada 29 Oktober 2026, Erick menyebut kondisi kawasan tersebut masih mengkhawatirkan. PSSI pun mempertimbangkan keselamatan pemain dan seluruh rombongan Timnas Indonesia sebelum mengambil keputusan.
Erick menegaskan bahwa aspek keamanan menjadi prioritas federasi. PSSI bahkan sempat membuka kemungkinan mencari lawan tanding dari kawasan lain apabila situasi di Timur Tengah tidak memungkinkan.
Keputusan membatalkan laga melawan Yordania akhirnya menjadi langkah konkret dari pertimbangan tersebut.
Batalnya pertandingan melawan Yordania menyisakan pertanyaan mengenai agenda Timnas Indonesia pada jeda internasional November.
Sebelumnya, Garuda juga dikaitkan dengan rencana pertandingan tandang melawan Kuwait. Namun, hingga pengumuman pembatalan laga Yordania ini, belum ada kepastian resmi mengenai kelanjutan pertandingan tersebut.