FAM Masuk Nominasi Penghargaan AFC, Kasus Dokumen Pemain Jadi Sorotan

    Caption: FAM.

    INTRIK.ID, KUALA LUMPUR — Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) masuk nominasi AFC Member Association of the Year kategori Gold dalam AFC Awards Bangkok 2026. Namun, pencalonan tersebut muncul ketika federasi itu masih dibayangi kontroversi pemalsuan dokumen kelayakan tujuh pemain naturalisasi yang berujung sanksi FIFA.

    Kontras ini menjadi perhatian karena penghargaan dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) hadir di tengah persoalan tata kelola yang sempat mengguncang sepak bola Malaysia.

    Dalam daftar nominasi yang diumumkan pada Jumat (16/10/2026), FAM bersaing dengan The Football Association of Hong Kong, China dan All India Football Federation untuk kategori Gold.

    AFC Awards 2026 dijadwalkan berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 19 November 2026. Hingga saat ini, ketiga federasi tersebut masih berstatus nominasi, bukan penerima penghargaan.

    Kasus dokumen tujuh pemain berujung sanksi FIFA

    Nama FAM sebelumnya menjadi sorotan internasional setelah FIFA menjatuhkan sanksi terkait penggunaan dokumen yang dipalsukan atau dimanipulasi untuk mengurus kelayakan tujuh pemain yang memperkuat Malaysia.

    Dalam keputusan yang diumumkan pada September 2025, FIFA menyatakan FAM menggunakan dokumen yang telah diubah untuk mendukung proses pemeriksaan kelayakan para pemain tersebut. Ketujuh pemain itu kemudian tampil saat Malaysia menghadapi Vietnam dalam kualifikasi Piala Asia 2027 pada 10 Juni 2025.

    FIFA menjatuhkan denda sebesar 350.000 franc Swiss kepada FAM. Sementara itu, masing-masing pemain dikenai denda 2.000 franc Swiss dan larangan beraktivitas di sepak bola selama 12 bulan.

    FAM dan para pemain mengajukan banding, tetapi Komite Banding FIFA pada November 2025 menolak banding tersebut dan mempertahankan sanksi yang dijatuhkan sebelumnya.

    Perkara itu kemudian dibawa ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Pada Maret 2026, CAS mempertahankan temuan pelanggaran terhadap para pemain, tetapi mengubah cakupan larangan 12 bulan menjadi larangan tampil dalam pertandingan resmi, bukan seluruh aktivitas sepak bola. Denda FAM tetap dipertahankan.

    Nominasi AFC memunculkan pertanyaan soal tata kelola

    Masuknya FAM dalam nominasi penghargaan tingkat Asia memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana pencalonan tersebut dinilai di tengah persoalan yang menimpa federasi itu.

    Di satu sisi, nominasi merupakan pengakuan dalam kerangka penghargaan AFC. Di sisi lain, kasus dokumen pemain menunjukkan adanya persoalan serius terkait kepatuhan terhadap regulasi dan proses verifikasi kelayakan pemain.

    Namun, perlu dibedakan bahwa masuk nominasi tidak sama dengan memenangkan penghargaan, dan tidak dengan sendirinya berarti AFC membenarkan tindakan yang menjadi pokok perkara FIFA.

    AFC sebelumnya menyatakan akan meninjau persoalan tersebut sesuai regulasi yang berlaku setelah proses FIFA selesai. Pada Juni 2026, Sekretaris Jenderal AFC Windsor Paul John menyebut penanganan kasus tujuh pemain itu di tingkat AFC telah ditutup, sementara urusan lanjutan berada pada kewenangan FIFA dan otoritas terkait.

    Belum ada keterangan yang menunjukkan bahwa nominasi FAM diberikan sebagai penilaian atas kasus dokumen tersebut. Karena itu, dasar spesifik pencalonan FAM perlu dikonfirmasi kepada AFC sebelum ditarik menjadi kesimpulan.

    Penghargaan dan integritas tetap menjadi dua hal penting

    Bagi sebuah federasi sepak bola, penghargaan dapat menjadi bentuk pengakuan atas pekerjaan organisasi. Namun, reputasi lembaga juga sangat dipengaruhi oleh transparansi, kepatuhan terhadap regulasi, serta kemampuan memastikan proses administrasi berjalan dengan benar.

    Kasus yang menimpa FAM menjadi pengingat bahwa pengelolaan tim nasional bukan hanya soal hasil pertandingan atau mendatangkan pemain berkualitas. Ketelitian dalam memeriksa dokumen dan memastikan kelayakan pemain juga merupakan bagian mendasar dari tata kelola sepak bola.

    Kini, FAM tercatat sebagai salah satu nominasi kategori Gold AFC Member Association of the Year 2026. Apakah federasi Malaysia itu akan membawa pulang penghargaan tersebut baru akan diketahui pada malam penganugerahan di Bangkok.

    Yang jelas, nominasi tersebut tidak menghapus catatan sanksi FIFA. Publik tetap dapat menilai kedua perkembangan itu secara terpisah: pencalonan dalam penghargaan AFC dan konsekuensi dari pelanggaran yang telah diputuskan badan sepak bola dunia.

      Ikuti kami di Facebook