
INTRIK.ID, JAKARTA- Ada cerita unik di balik keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Ketika Thailand hanya tinggal beberapa menit dari gelar juara, seorang pemain yang lahir di Bangkok justru menjadi mimpi buruk bagi Gajah Perang.
Dia adalah Elkan Baggott.
Bek Timnas Indonesia tersebut mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-116 final melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026). Gol itu membuat skor menjadi 2-2 sekaligus memaksa pertandingan dilanjutkan ke adu penalti.
Yang membuat gol tersebut semakin istimewa, Baggott lahir di Bangkok, Thailand, pada 22 Oktober 2002. FIFA juga menyoroti fakta tersebut dalam laporan resmi pertandingan.
Final berlangsung dramatis sejak penghujung waktu normal.
Indonesia lebih dahulu unggul melalui Dean James pada menit ke-84. Namun Thailand hanya membutuhkan tiga menit untuk menyamakan kedudukan melalui Iklas Sanron.
Skor 1-1 bertahan hingga 90 menit dan pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan.
Drama kembali terjadi.
Thailand yang bermain dengan 10 pemain justru mampu berbalik unggul pada menit ke-111. Peeradol Chamrasamee memanfaatkan serangan cepat setelah Anan Yodsangwal merebut bola dari Elkan Baggott.
Tembakan Peeradol berhasil melewati Emil Audero.
Indonesia tertinggal 1-2.
Waktu semakin menipis dan Thailand berada di ambang gelar juara.
Ketika Thailand mulai terlihat akan membawa pulang trofi, Indonesia mendapatkan momentum terakhir.
Lima menit setelah gol Peeradol, Elkan Baggott muncul di depan gawang Thailand.
Meneruskan umpan tarik dari Rizky Ridho di sisi kiri, Baggott melepaskan tembakan yang menghujam gawang Thailand.
Gol! Indonesia 2-2 Thailand.
Bola sempat membentur bagian bawah mistar sebelum masuk ke gawang.
SUGBK kembali bergemuruh.
Gol tersebut bukan hanya menyelamatkan Indonesia dari kekalahan, tetapi juga membuat Thailand gagal mempertahankan keunggulannya hingga akhir extra time. FIFA mencatat gol Baggott pada menit ke-116 membawa pertandingan ke adu penalti.
Di sinilah cerita Elkan Baggott menjadi semakin menarik.
Pemain yang lahir di Bangkok pada 22 Oktober 2002 itu justru mencetak gol yang menggagalkan Thailand mengakhiri pertandingan sebagai juara.
Baggott memang tidak mencetak gol kemenangan secara langsung. Namun, golnya membuat Indonesia tetap hidup dan membawa pertandingan ke babak yang akhirnya menentukan nasib kedua tim.
Dalam adu penalti, Indonesia akhirnya menang 4-2.
Kapten Thailand Sarach Yooyen gagal mengeksekusi penalti ketiga, sementara Emil Audero kemudian menggagalkan tendangan Nattapong Sayriya. Indonesia pun mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup edisi perdana.
Bagi Baggott, final tersebut menjadi salah satu momen paling dramatis dalam kariernya bersama Timnas Indonesia.
Ia sempat kehilangan bola yang berujung pada gol kedua Thailand. Namun hanya beberapa menit kemudian, pemain kelahiran Bangkok itu bangkit dan mencetak gol yang mengubah jalannya pertandingan.
Lahir di Bangkok, mencetak gol ke gawang Thailand, lalu ikut membawa Indonesia menjadi juara.
Ironis sekaligus dramatis.
Gol Baggott pada menit ke-116 akhirnya menjadi salah satu momen yang paling dikenang dari final FIFA ASEAN Cup 2026.
Indonesia pun mengakhiri penantian dengan menjadi juara pertama FIFA ASEAN Cup, setelah menaklukkan Thailand melalui drama adu penalti di hadapan publik SUGBK.