
Namun, kepedulian tidak harus selalu diwujudkan melalui kritik terhadap pemerintah. Penyebaran informasi yang terverifikasi, dukungan terhadap warga terdampak, serta edukasi mengenai perlindungan lingkungan juga dapat menjadi bentuk kontribusi.
Di tengah kritik terhadap figur publik, sejumlah selebritas justru diberitakan menyuarakan keprihatinan terhadap karhutla di Kalimantan.
Okezone Celebrity pada 14 Oktober 2026 melaporkan keterlibatan Teuku Wisnu, Nana Mirdad, Denny Sumargo, dan Luna Maya dalam menyoroti persoalan tersebut. Bentuk respons mereka beragam, mulai dari menyampaikan keprihatinan hingga mengajak masyarakat memberikan perhatian dan bantuan.
Fakta ini menunjukkan bahwa anggapan seluruh artis bungkam tidak tepat. Selain itu, tidak adanya pernyataan yang ditemukan di media sosial seseorang belum cukup untuk menyimpulkan bahwa orang tersebut sama sekali tidak peduli atau tidak melakukan tindakan apa pun.
Karena itu, kritik Vicky Prasetyo lebih tepat dibaca sebagai dorongan agar figur publik menggunakan pengaruhnya untuk kepentingan yang lebih luas, bukan sebagai bukti bahwa setiap artis yang pernah hadir dalam kampanye politik kini memilih diam.
Pada akhirnya, persoalan ini bukan semata-mata tentang siapa yang pernah berdiri di panggung kampanye dan siapa yang tidak mengunggah pernyataan di media sosial.
Publik memiliki alasan untuk berharap agar figur publik ikut memberikan perhatian terhadap persoalan yang menyangkut keselamatan masyarakat. Popularitas dan jumlah pengikut dapat menjadi sarana untuk menyebarkan informasi penting, menggalang dukungan kemanusiaan, serta mendorong penanganan bencana yang lebih serius.
Di sisi lain, penilaian terhadap sikap seseorang harus didasarkan pada bukti yang dapat diperiksa, bukan asumsi atau afiliasi politik semata.