Dukung Tumbuh Kembang Anak, PT Timah Perkuat Program Pendidikan, Kesehatan dan Pemenuhan Gizi

    “Printer kami sebelumnya sudah rusak dan terkendala karena biasanya digunakan untuk mencetak dan fotokopi bahan pembelajaran anak-anak serta administrasi sekolah. Alhamdulillah dengan adanya bantuan dari PT Timah persoalan ini bisa diatasi. Tahun 2010 lalu PT Timah juga pernah memberikan bantuan berupa sarana media pembelajaran bagi para siswa,” katanya.

    Dukungan pendidikan juga hadir melalui Program Kelas Beasiswa PT Timah di SMAN 1 Pemali. Program yang telah berjalan sejak tahun 2000 tersebut telah memberikan manfaat kepada lebih dari 900 alumni.

    Bagi sebagian penerima manfaat, program tersebut menjadi jembatan untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mengembangkan potensi diri.

    Dorong Pendidikan Inklusif dan Pengembangan Potensi

    Semangat pemenuhan hak anak juga diwujudkan melalui dukungan terhadap pendidikan inklusif.

    PT Timah menggelar Seminar Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Negeri Koba, Kabupaten Bangka Tengah, dan SLB Negeri Sungailiat, Kabupaten Bangka, pada 2025. Kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi ratusan guru, orang tua, dan anak berkebutuhan khusus.

    Selain itu, pengembangan potensi anak juga dilakukan melalui Pelatihan Pengembangan Keterampilan Membatik Eco Print di SLB Negeri Mentok, Kabupaten Bangka Barat.

    Kegiatan tersebut diikuti 10 murid dan 12 guru. Pelatihan ini menjadi bagian dari pengembangan keterampilan vokasi bagi siswa sekaligus memperkuat program Batik Taber yang telah berjalan di sekolah tersebut.

    Kepala SLB Negeri Mentok, Arif Jananto, mengapresiasi dukungan berkelanjutan PT Timah terhadap sekolahnya.

    “Terima kasih kepada PT Timah atas dukungan yang berkelanjutan. Melalui pelatihan ini, kami ingin memperluas keterampilan para guru dan siswa agar memiliki kompetensi vokasi yang dapat diandalkan saat lulus nanti,” katanya.

    Perkuat Pencegahan Stunting

    Di bidang kesehatan dan pemenuhan gizi, PT Timah turut mendukung upaya pencegahan stunting melalui Program Kemunting atau Gerakan Menurunkan Stunting.

    Kegiatan tersebut meliputi edukasi kesehatan, peningkatan pengetahuan gizi, penguatan kapasitas kader, pemanfaatan pangan lokal, serta pemberian makanan tambahan bagi anak yang mengalami stunting.

    Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Bangka Belitung, kader posyandu, dan bidan desa.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook