Dua Keluarga Berisiko Stunting di Burung Mandi Belum Punya MCK Layak

    INTRIK.ID, BELITUNG TIMUR — Pencegahan stunting di Kabupaten Belitung Timur tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan nutrisi. Persoalan sanitasi juga masih menjadi bagian dari tantangan di tingkat keluarga.

    Di Desa Burung Mandi, dua keluarga yang masuk kategori berisiko stunting diketahui belum memiliki fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang layak. Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu sasaran intervensi melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

    Pembangunan jamban sehat bagi dua keluarga tersebut mendapat dukungan PT Timah Tbk sebagai salah satu mitra program Genting yang dijalankan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Belitung Timur.

    Kepala DPMDPPKB Kabupaten Belitung Timur, Melta Indah Nurhayati, mengatakan PT Timah menjadi salah satu mitra yang aktif mendukung pelaksanaan program Genting, baik melalui bantuan nutrisi maupun non-nutrisi.

    “Seperti mitra Genting lainnya, PT Timah aktif sebagai mitra yang mendukung program Genting, baik dalam bentuk bantuan nutrisi maupun non-nutrisi,” kata Melta, Rabu (23/9/2026).

    Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Advokasi, Penggerakan dan Informasi DPMDPPKB Kabupaten Belitung Timur, Budiman, menjelaskan pembangunan jamban sehat kali ini menyasar dua keluarga di Desa Burung Mandi.

    Salah satunya merupakan keluarga yang memiliki balita dan masuk kategori keluarga berisiko stunting, namun belum memiliki MCK yang layak.

    “Pembangunan jamban sehat ini diberikan kepada dua sasaran penerima manfaat di Desa Burung Mandi. Salah satunya merupakan keluarga yang memiliki balita dan masuk dalam kategori keluarga berisiko stunting, serta belum memiliki MCK,” jelas Budiman.

    Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pencegahan stunting tidak hanya menyangkut persoalan makanan dan asupan gizi. Lingkungan tempat tinggal dan akses terhadap sanitasi yang layak juga menjadi bagian dari intervensi bagi keluarga berisiko.

    Program Genting sendiri menyasar keluarga yang memiliki risiko stunting, terutama ibu hamil, bayi di bawah dua tahun (baduta), serta ibu menyusui.

    Intervensi yang diberikan dapat mencakup bantuan rumah layak huni, sanitasi termasuk jamban sehat, bantuan nutrisi hingga dukungan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

    Budiman mengatakan penanganan stunting membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi melalui pendekatan pentahelix dengan melibatkan perusahaan, perguruan tinggi, masyarakat dan berbagai unsur lainnya.

    Menurutnya, dukungan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial dapat memperluas jangkauan intervensi, terutama ketika kemampuan program pemerintah memiliki keterbatasan.

    “Kalau kita hanya menunggu program pemerintah, tentu ada keterbatasan. Karena itu, semangat gotong royong melalui kolaborasi seperti ini menjadi hal yang positif dalam upaya mencegah stunting di Belitung Timur,” katanya.

    Ia berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat agar semakin banyak keluarga yang membutuhkan dapat memperoleh dukungan, terutama keluarga yang memiliki ibu hamil dan baduta.

    Pembangunan jamban sehat di Desa Burung Mandi diharapkan membuat lingkungan tempat tinggal penerima manfaat menjadi lebih sehat. Namun, intervensi sanitasi tersebut tetap perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan nutrisi dan program pendukung lainnya agar upaya pencegahan stunting menyentuh berbagai faktor risiko dalam kehidupan keluarga.(*)

    Sumber: PT Timah Tbk

      Ikuti kami di Facebook