
Salah satunya merupakan keluarga yang memiliki balita dan masuk kategori keluarga berisiko stunting, namun belum memiliki MCK yang layak.
“Pembangunan jamban sehat ini diberikan kepada dua sasaran penerima manfaat di Desa Burung Mandi. Salah satunya merupakan keluarga yang memiliki balita dan masuk dalam kategori keluarga berisiko stunting, serta belum memiliki MCK,” jelas Budiman.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pencegahan stunting tidak hanya menyangkut persoalan makanan dan asupan gizi. Lingkungan tempat tinggal dan akses terhadap sanitasi yang layak juga menjadi bagian dari intervensi bagi keluarga berisiko.
Program Genting sendiri menyasar keluarga yang memiliki risiko stunting, terutama ibu hamil, bayi di bawah dua tahun (baduta), serta ibu menyusui.
Intervensi yang diberikan dapat mencakup bantuan rumah layak huni, sanitasi termasuk jamban sehat, bantuan nutrisi hingga dukungan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Budiman mengatakan penanganan stunting membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi melalui pendekatan pentahelix dengan melibatkan perusahaan, perguruan tinggi, masyarakat dan berbagai unsur lainnya.