
Tanpa adanya penjelasan resmi mengenai penyebab munculnya angka +2 pada awalnya, dugaan kesalahan komunikasi atau kesalahan administratif di antara perangkat pertandingan belum dapat dipastikan.
Karena itu, persoalan tersebut sebaiknya dibedakan menjadi dua hal.
Pertama, apakah angka +2 pada awalnya merupakan kesalahan? Hal itu membutuhkan klarifikasi dari perangkat pertandingan atau otoritas kompetisi.
Kedua, apakah wasit boleh menambah waktu setelah tambahan +2 diumumkan? Berdasarkan Law 7.3 IFAB, jawabannya adalah boleh, karena tambahan waktu yang ditunjukkan merupakan waktu minimum dan dapat ditambah, tetapi tidak dikurangi.
Dengan konteks tersebut, perubahan menjadi +7 menit tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya perlakuan khusus kepada Indonesia.
Justru yang menjadi pertanyaan utama adalah mengapa angka awal hanya +2 menit, sementara pertandingan sebelumnya mengalami sejumlah penghentian yang harus diperhitungkan.
Pada akhirnya, tambahan lima menit tersebut menjadi bagian dari drama yang mengantarkan Indonesia dari situasi ketat persaingan grup menuju final FIFA ASEAN Cup 2026.
Laga yang awalnya terlihat seperti sekadar kemenangan besar berubah menjadi pertandingan penuh drama: dari papan +2 menit, berubah menjadi +7 menit, lalu dua gol lahir pada penghujung laga dan membawa Garuda ke final.