
Dengan bangunan yang megah, Patung Titi Banda memiliki banyak daya tarik. Patung ini berukuran sangat besar, anda pun akan melihatnya dari kejauhan. Lokasinya juga luas dan sangat strategis, menghubungkan tiga kawasan sekaligus, yakni Sanur, Gianyar, dan Karangasem.
Setiap lokasi pasti mempunyai sejarah yang dapat dipetik pelajaran. Demikian juga dengan patung yang kita bahas kali ini, ada sejarah yang harus diketahui terlebih dahulu. Pembangunan patung ini tidak lepas dari sejarah Agama Hindu yang hingga kini masih dipercaya masyarakatnya.
Sejarah bermula ketika Dewi Shinta diculik oleh Rahwana yang hendak memperistri nya. Sri Rama yang merupakan pasangannya tentu tidak terima dan berusaha menolongnya. Karena Dewi Shinta dibawa ke kerajaan Alengka, maka Rama pun harus menyeberangi lautan. Rama yang tidak mungkin berjalan diatas laut kemudian disarankan Dewa Baruna untuk meminta bantuan pasukan kera.
Daya tarik selanjutnya dapat dilihat dari bentuk patung yang dibangun dengan konsep pendekatan budaya. Patung Rama yang gagah berdiri tegak menghadap timur, ukurannya sangat besar. Sebagaimana yang disebutkan tadi, anda pun bisa melihatnya dari kejauhan karena saking besarnya. Sementara di samping Rama terdapat beberapa kera yang mewakili.
Inti dari pembangunan Patung Titi Banda adalah kisah penyelamatan Dewi Shinta oleh Rama yang masuk dalam kisah Ramayana. Kera di samping Rama itulah yang membantu pembangunan jembatan. Dari bentuk keseluruhan sangat kental dengan budaya dan tradisi khas Bali. Etos atau makna yang dapat diambil dari patung ini adalah kegigihan dan kerja sama.
Siapa pun yang pernah ke Bali seharusnya sudah mengetahui Patung Titi Banda secara detail. Patung ini dibangun diatas lahan yang sangat luas, ukuran patungnya pun sangat besar. Bukan hanya Rama, namun 18 kera yang ada di sekitarnya juga terlihat cukup besar. Megahnya bangunan ini semakin terlihat dengan banyaknya aksesoris di sekitarnya.
Bukan merupakan objek wisata, itulah tadi yang kami jelaskan diatas. Maka dari itu, sudah sewajarnya jika anda tidak menemukan fasilitas apapun ketika berada di sini. Bahkan untuk area parkir pun tidak ada, namun anda bisa parkir kendaraan di tepi jalan yang aman. Untuk warung makan tetap ada, tetapi jaraknya lumayan jauh dari lokasi dimana patung berdiri.