
Selain menjalani kemoterapi di salah satu rumah sakit dinl Batam, ia juga harus melakukan cek darah rutin di RSUD Tanjung Balai.
Sebagai ibu rumah tangga, Mardiana mengaku kewalahan menanggung biaya pengobatan dan akomodasi. Suaminya bekerja serabutan sehingga penghasilannya tak menentu. Pendapatan keluarga tidak mencukupi untuk kebutuhan berobat ke Batam yang membutuhkan biaya besar.
“Kalau berangkat berdua saja paling tidak satu juta. Kami sudah bingung harus cari uang ke mana. Masih banyak kemo yang harus dijalani,” tuturnya.
Ibu dua anak ini sangat bersyukur dengan adanya bantuan dari PT Timah Tbk yang bisa meringankan biaya akomodasi pengobatannya. Dirinya bahkan tak mrnyangka akan mendapatkan bantuan dari PT Timah Tbk.