
Menurutnya, identifikasi dini diperlukan untuk mengenali kemungkinan gangguan tumbuh kembang, seperti keterlambatan bicara atau indikasi autisme. Hasil identifikasi tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan sesuai kebutuhan anak.
“Pendampingan dilakukan dengan melibatkan tenaga ahli seorang psikolog agar hasil identifikasi dapat ditindaklanjuti melalui penanganan yang tepat sasaran. Dengan demikian, orang tua juga memperoleh pemahaman mengenai kondisi dan kebutuhan perkembangan anak,” jelas Sri.
Program Batch II ini merupakan kelanjutan dari pendampingan sebelumnya. Pada Batch I, layanan telah menjangkau lima anak, sedangkan pada pelaksanaan kali ini jumlah penerima manfaat meningkat menjadi delapan anak bersama orang tua mereka.
Sri mengapresiasi dukungan PT Timah dalam memperluas pelaksanaan program tersebut. Ia menilai kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dapat membantu menghadirkan layanan pendampingan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Ia berharap dukungan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan dapat terus dikembangkan agar manfaatnya tidak berhenti pada kegiatan sesaat.