
INTRIK.ID, JAKARTA — Hubungan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo bukan sekadar hubungan antara pejabat kepolisian dan kepala negara.
Keduanya memiliki perjalanan kedinasan yang bersinggungan sejak Jokowi masih menjabat Wali Kota Solo.
Nama Listyo kembali menjadi perhatian setelah muncul polemik dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Dalam perkara tersebut, Listyo disebut sebagai salah satu pejabat tinggi yang ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik.
Di tengah perkembangan itu, rekam jejak hubungan Listyo dengan Jokowi menjadi menarik untuk ditelusuri, terlebih setelah putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, menghadapi desakan pemakzulan dari sejumlah pihak.
Persinggungan keduanya bermula ketika Listyo menjabat Kapolresta Surakarta pada 2011.
Saat itu, Jokowi sedang menjalani periode kedua sebagai Wali Kota Surakarta.
Keduanya berada dalam lingkungan pemerintahan kota yang sama, meskipun memiliki fungsi dan kewenangan berbeda.
Listyo bertanggung jawab terhadap tugas kepolisian, sedangkan Jokowi menjalankan pemerintahan daerah.
Riwayat tersebut menjadi awal hubungan kedinasan keduanya sebelum kemudian kembali bertemu dalam lingkup pemerintahan nasional.
Setelah Jokowi memenangkan Pilpres 2014, Listyo mendapat penugasan baru di lingkungan Istana.
Pada Oktober 2014, Mabes Polri mengumumkan Listyo terpilih menjadi ajudan Presiden Joko Widodo.