Dapat Bantuan PT Timah, Koperasi Tanjung Gunung Sejahterga Beli Alat Tangkap Nelayan

    Saat ini, kata dia 26 dari 35 anggota koperasi fokus mencari kepiting, udang, dan ikan di pesisir, sedangkan sembilan lainnya melaut lebih jauh dengan bubu. Dengan tersedianya alat tangkap yang lebih memadai, Laode berharap hasil tangkapan bisa meningkat.

    Ia menceritakan, rata-rata nelayan Tanjung Gunung mendapatkan 9–10 kg kepiting per hari. Dengan harga Rp65.000 per kg, penghasilan kotor mencapai sekitar Rp650 ribu. Namun, biaya operasional melaut 2–3 hari bisa menghabiskan Rp400–500 ribu, sehingga pendapatan bersih hanya tersisa sekitar Rp200 ribu.

    “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PT Timah yang telah membantu kami. Penghasilan ini tentu sangat pas-pasan. Dengan adanya alat tangkap yang dikelola koperasi, kami berharap beban nelayan bisa sedikit berkurang,” kata Laode.

    Kedepan, Ia berharap PT Timah Tbk dapat terus mendampingi mereka untuk menambah alat tangkap seperti mesin tempel.

    Sementara itu, Widi, penyuluh perikanan yang mendampingi nelayan Tanjung Gunung sejak 2018, menilai bantuan PT Timah sangat krusial bagi pengembangan koperasi.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook