
INTRIK.ID — Sebuah candaan di media sosial ternyata bisa berkembang jauh di luar dugaan. Sem Scheperman, kapten klub Belanda Heracles Almelo, mengaku pernah berpura-pura memiliki darah Malaysia. Gurauan itu justru membuat namanya dikaitkan dengan Timnas Malaysia hingga Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) disebut mengundangnya untuk membahas peluang memperkuat Harimau Malaya.
Kisah tersebut bermula sekitar empat tahun lalu, ketika isu pencarian pemain keturunan untuk memperkuat Timnas Malaysia mulai ramai diperbincangkan.
Scheperman, yang kini berusia 24 tahun, mengatakan dirinya menerima pesan langsung melalui Instagram dari sebuah akun Malaysia dengan jangkauan pengikut cukup besar. Ia ditanya apakah memiliki garis keturunan Malaysia.
Alih-alih memberikan jawaban serius, pemain yang berkarier di Heracles Almelo itu justru melontarkan candaan dengan mengaku memiliki darah Malaysia dari sang nenek.
Jawaban tersebut ternyata menyebar luas dan dianggap serius oleh sebagian penggemar sepak bola Malaysia. Nama Scheperman pun ikut masuk dalam perbincangan mengenai pemain yang berpotensi memperkuat tim nasional negara tersebut.
“Lelucon yang benar-benar lepas kendali. Aku rasa aku sudah gila. Sekarang sudah empat tahun berlalu,” ujar Scheperman dalam perbincangan yang dikutip dari akun Instagram De Eerste De Beste.
Perkembangan cerita itu membuat Scheperman terkejut. Menurut pengakuannya, persoalan yang awalnya hanya berupa gurauan di media sosial tersebut sampai membuat dirinya dan klubnya menerima undangan dari federasi sepak bola Malaysia.
“Aku menerima undangan dari asosiasi; klub kami juga diundang oleh asosiasi tersebut,” katanya.
Cerita serupa juga diberitakan media Belanda FCUpdate pada Maret 2026. Dalam laporan tersebut, Scheperman mengungkapkan bahwa klub dan agennya ikut mendapat perhatian setelah klaim mengenai keturunan Malaysia itu menyebar.
Meski demikian, klaim bahwa dirinya memiliki darah Malaysia ternyata tidak benar. Scheperman menegaskan bahwa ia sepenuhnya orang Belanda dan tidak mempunyai garis keturunan Malaysia seperti yang pernah ia candakan.
Hal yang membuat kisah ini semakin menarik, rumor tersebut rupanya belum sepenuhnya hilang. Scheperman mengaku masih menerima pesan dari pendukung Malaysia yang menanyakan apakah dirinya benar-benar memiliki darah Malaysia.
Dalam wawancara dengan media Belanda, ia bahkan menyampaikan keraguan apakah para pendukung di Malaysia sudah mengetahui bahwa pengakuannya dahulu hanya sebuah lelucon.
Kisah Scheperman memperlihatkan bagaimana informasi yang berawal dari percakapan singkat di media sosial dapat berkembang menjadi rumor serius, terlebih ketika berkaitan dengan pencarian pemain keturunan untuk tim nasional.
Bagi publik sepak bola, cerita ini juga menjadi pengingat bahwa klaim mengenai asal-usul pemain perlu diperiksa sebelum dijadikan dasar harapan atau pembicaraan mengenai peluang membela sebuah negara.
Sebab, dalam urusan membela tim nasional, popularitas seorang pemain dan ramainya pembicaraan di media sosial tidak bisa menggantikan kepastian mengenai latar belakang serta kelayakan berdasarkan aturan yang berlaku.