
BANGKA BARAT, INTRIK.ID — Pencegahan stunting tidak cukup dilakukan ketika masalah gizi sudah muncul. Pemenuhan kebutuhan anak sejak usia dini dan pola pengasuhan yang tepat menjadi bagian penting dalam memastikan generasi tumbuh sehat dan optimal.
Upaya tersebut dilakukan PT Timah (Persero) Tbk bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Bangka Barat melalui program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA).
Pendampingan pengasuhan bagi orang tua dan pengasuh tersebut digelar di Wisma Sriwijaya PT Timah, Mentok, Bangka Barat, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi orang tua untuk memahami lebih jauh pentingnya pola asuh berkualitas, positif dan ramah anak sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang sekaligus mencegah berbagai persoalan sejak dini, termasuk stunting.
Kegiatan dihadiri Division Head Processing and Refinery PT Timah, Ketua Tim KSPK Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Drs. Zuwaldi Batubara, Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Bangka Barat Sarbudiyono, serta menghadirkan dokter spesialis anak dan psikolog anak sebagai narasumber.
Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Bangka Barat Sarbudiyono menegaskan, keluarga memiliki posisi paling penting dalam membentuk tumbuh kembang dan karakter anak.
“Anak usia dini adalah anak-anak yang harus mendapatkan perhatian luar biasa dari semua pihak, terutama keluarga. Pendidikan yang utama adalah pendidikan keluarga. Berhasil atau tidaknya pendidikan anak sangat dipengaruhi oleh orang tua,” katanya.
Menurutnya, orang tua bukan sekadar memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga menjadi lingkungan pertama tempat anak belajar membangun karakter, kebiasaan dan kemampuan sosial.