
“Jadi sekaya-kayanya orangtua di Kampung Kemuja ini orientasinya tetap ke arah pendidikan agama. Jadi jangan sampai nilai-nilai agama itu hilang dari masyarakat Kampung Kemuje ini,” ujar Rusydi.
Ia juga berharap, ada lembaga-lembaga yang perlu diperkuat, misalnya lembaga implikasi dari Naon (mukim di Mekkah) masyarakat Kampung Kemuja, ngaji duduk, konsep pembelajaran tauhid tentang netar batu di mana hal ini tidak ada di tempat lain.
“Jadi tradisi Naon atau tradisi masyarakat Kampung Kemuje bermukim di Makkah (mencari ilmu-red) itu semarak dilakukan sejak tahun 1880- an,” ujarnya.
“Artinya sistem pendidikan agama di Kampung Kemuje ini sangat menginspirasi lembaga-lembaga pendidikan di Pulau Bangka, secara tidak langsung berdirinya IAIN Abdurrahman Siddik itu juga dari semangat masyarakat Kampung Kemuje ini,” tambahnya.