
Bagi Sartini dan anggota kelompoknya, hidroponik bukan sekadar kegiatan bercocok tanam. Program ini juga membuka kesempatan untuk memperoleh pendapatan dari hasil panen.
“Tadinya kami hanya ibu rumah tangga biasa, sekarang kami sudah produktif dengan adanya program pertanian hidroponik dari PT Timah. Bahkan kalau panen kami sudah mendapatkan penghasilan untuk anggota kelompok,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan pangan dapat memberikan manfaat lebih luas ketika masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga kesempatan untuk mengelola kegiatan produktif.
Tak Lagi Bergantung pada Cangkul
Persoalan lain yang dihadapi petani adalah keterbatasan sarana produksi. Pengolahan lahan secara manual membutuhkan tenaga dan waktu, sehingga dapat menghambat pekerjaan, terutama ketika petani harus menyiapkan lahan dalam jumlah lebih besar.
Kondisi itu dirasakan Kelompok Tani Mitra Mandiri di Desa Kundur, Kecamatan Kundur Barat.
Ketua kelompok, Muhammad Azhar, mengatakan bantuan mini kultivator dari PT Timah membantu mempercepat proses pengolahan tanah yang sebelumnya mengandalkan cangkul.
“Selama ini kami mengolah tanah menggunakan cangkul secara manual, itu cukup melelahkan, tidak efektif, dan memakan waktu lama. Dengan adanya mini kultivator dari PT Timah ini, proses menghancurkan dan meratakan tanah jadi lebih cepat dan hasilnya lebih maksimal,” ujar Azhar.
Bagi petani, peralatan yang tepat bukan sekadar fasilitas tambahan. Efisiensi waktu dan tenaga dapat membantu pekerjaan di lahan menjadi lebih efektif, sehingga pengembangan usaha pertanian memiliki peluang untuk berjalan lebih baik.
Selain bantuan peralatan, PT Timah juga memberikan pelatihan budidaya untuk memperluas pengetahuan petani dalam mengembangkan komoditas lokal.
Dedi Junaidi dari Kelompok Tani Bina Tani di Dusun Ganse, misalnya, mengaku mendapatkan wawasan baru setelah mengikuti pelatihan budidaya bawang merah.
“Prospek petani bawang sebenarnya cukup menjanjikan, apalagi kami dibina PT Timah sekarang. Kami juga diberikan pelatihan budidaya bawang merah yang dapat menambah wawasan baru, sehingga ke depannya kami jadi tahu dan bisa mengembangkan budidaya bawang merah sesuai dengan ilmu yang kami dapatkan,” katanya.