
INTRIK.ID, PANGKALPINANG — Tantangan pendidik tidak hanya berkaitan dengan proses belajar-mengajar di kelas. Kemampuan mengenali emosi diri, mengelola stres, dan menjaga hubungan dengan siswa maupun orang tua juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat.
Hal itu menjadi perhatian MI Al IHSAN di kawasan Pangkal Balam, Pangkalpinang, melalui kegiatan Pencerahan dan Penguatan Karakter Positif bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 11.00 hingga 15.00 WIB tersebut diikuti seluruh guru dan staf madrasah. Pelaksanaannya turut didampingi dua pengawas dari Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Hj. Rohani, S.Pd.I., M.Pd., dan Kustinawati, S.Pd.I., M.Pd.
Kepala MI Al IHSAN, Maryana, S.Pd.SD., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan penyegaran sekaligus memperkuat karakter positif para pendidik dan tenaga kependidikan.
“Dalam kegiatan ini kami menghadirkan dua narasumber yang berkompeten di bidangnya,” ujar Maryana.
Materi disampaikan M. Arifin, S.M.Pd., CODP, praktisi pendidikan, serta Wahyu Kurniawan, M.Psi., dosen IAIN SAS Babel sekaligus penggerak pendidikan dan psikiater.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak mengenali potensi dan emosi diri, mencari cara menghadapi beban pikiran atau stres, serta membangun hubungan yang lebih harmonis dengan rekan kerja, siswa, dan orang tua.
Penguatan karakter juga diarahkan pada pembentukan inner beauty atau keindahan batin, yakni kualitas pribadi yang diharapkan tercermin dalam sikap dan perilaku pendidik sehari-hari.
Maryana berharap kegiatan ini dapat menghadirkan semangat baru bagi para guru dan tenaga kependidikan dalam menjalankan tugas di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan.
Menurutnya, karakter yang kuat dan kondisi mental yang terjaga diharapkan mendukung pendidik dalam memberikan teladan serta layanan pendidikan yang lebih berkualitas bagi siswa MI Al IHSAN.(*)