
Darwin menyebut hampir seluruh penduduk Pangkalpinang sudah memiliki KTP-el. Sisanya kemungkinan berada di luar daerah karena melanjutkan pendidikan. Tahun ini juga terjadi penambahan sekitar 5.000 jiwa dari kelahiran dan migrasi, sehingga jumlah pemilih bertambah.
“Hampir 99,5 persen warga sudah punya KTP,” ujarnya.
Darwin berharap upaya-upaya yang dilakukan ini dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi politik warga Pangkalpinang sehingga dapat menggunakan hak suaranya. Ia juga mengimbau masyarakat lebih tertib administrasi kependudukan, tidak hanya soal KTP, tetapi juga akta kelahiran, kematian, maupun perkawinan.
“Mohon dicek kembali dokumen-dokumennya agar tidak ada perbedaan data,” pungkas Darwin.(*)