
“Dalam 10 kolam, bisa mempekerjakan 20 orang. Sebangka ini sudah ada 120 kolam, jadi sudah 2.500 pegawai yang diserap, belum termasuk yang bersihkan udang, saat panen, dan bersihkan kolam,” terangnya.
Hidayat menambahkan bahwa saat ini sudah ada 80an tambak dan 38 pengusaha sudah terdaftar di babel sebagai anggota APTIN.
Meskipun begitu, tidak semua tambak udang di Babel berada dibawah naungan APTIN karena harus diseleksi terlebih dahulu.
“Kami tidak menerima anggota yang beroperasi di hutan lindung, hutan produksi, kita godok benar. APTIN itu bukan untuk melindungi yang salah,” tegasnya.(int)