
Menurutnya, kegiatan seperti ini baru pertama kali dilaksanakan di Desa mereka. Namun, Desa ini juga memiliki program atau kegiatan untuk memberikan edukasi terkait Stunting, dimana dalam kegiatannya melibatkan anak-anak PAUD.
“Anak-anak kami ajak belajar dan bermain di perpustakaan kita selama dua kali dalam seminggu, dimana dalam setiap kegiatan tersbut kami juga memberikan makanan tambahan seperti bubur kacang hijau, kue dan juga buah-buahan. Bisa dikatakan programnya hampir sama, namun sasarannya saja yang berbeda,” ucapnya.
Lebih lanjut, berdasarkan data yang dimiliki Pemerintah Desa Cupat ada 18 anak yang mengalami stunting. Jumlah ini menurun dari sebelumnya ada 28 anak.
“Untuk menuju Nol stunting mungkin agak berat, karena permasalahan dinmasyarakat itu lumayan kompleks, tapi kami berharap penurunan angka setiap tahunnya. Image stunting di masyarakat itu kurang bagus karena ketika anak-anak mereka dikategorikan stunting, mereka sudah kecewa, karena sigma stunting tersebut menurut mereka suatu hal yang negatif,” katanya.
“Kami berharap, kerjasama kita tidak hanya sampai di sini saja, tapi dapat terus dilakukan sampai angka stunting ini benar-benar turun,” harapnya.
Sementara itu, Lisa Astari (37) salah satu warga yang mengikuti kegiatan tersebut sangat senang dengan adanya kegiatan Pembelajaran gizi dari PT Timah tersebut.
“Kami sangat berterima ksih dengan adanya program stunting dari PT Timah ini, dan tentunya kami sangat senang sekali dengan program ini, karena dapat menambah wawasan dan juga pengetahuan kami secara mendalam tentang stunting itu sendiri,” ucapnya.