
Postingan Anda buat dengan menarik, informatif, dan menginspirasi. Konten juga harus bersifat akurat, jujur, dan juga unik.
Memahami cara kerja algoritma Facebook, Anda dapat menjalin hubungan lebih intens dengan audiens. Pasalnya, interaksi sederhana yang bisa Anda lakukan contohnya seperti membalas komentar.
Hal tersebut akan mendorong para pengikut anda untuk berdiskusi bersama. Artinya, Anda harus melibatkan interaksi secara maksimal dari setiap postingan.
Pada dasarnya, para pengguna selalu berupaya mengunggah foto maupun video yang menurutnya lebih menarik. Padahal, pemikiran semacam ini tidak sepenuhnya berhasil memastikan kuantitas keterlibatan yang mereka inginkan.
Berdasarkan hasil penelitian Hootsuite terbaru, menyatakan bahwa postingan status biasa (tanpa tautan, foto, dan video) memberikan keterlibatan sebesar 0,11%. Berbeda dengan postingan video atau tautan yang memiliki rata-rata persentase lebih rendah yaitu 0,08% dan 0,04%.
Kesimpulan dari data tersebut yaitu, Anda harus terus menampilkan postingan sederhana saja sepanjang waktu. Sebetulnya postingan sederhana sudah efektif untuk memperoleh interaksi yang cukup. Jadi Anda tidak perlu berlebihan dalam melakukan sesuatu.
Dengan memahami cara kerja algoritma Facebook, Anda tentu akan menghindari hal ini. Ya, jangan pernah terpikir untuk memanipulasi algoritma demi memenuhi ranking signals. Contoh manipulasinya seperti membayar pengguna lain untuk memberikan like atau komentar.
Meskipun terlihat efektif, Facebook sudah membatasi distribusi engagement bait, clickbait, serta landing page tipuan. Maka dari itu, algoritma tentu akan mengeliminasi hasil palsu dari penipuan terutama jika Anda melewati batas.
Bekerjasama dengan influencer yang mempunyai banyak pengikut dan keterlibatan. Hal ini akan memberi sinyal pada algoritma Facebook bahwa konten Anda berwibawa dan relevan. Ketahui langkah dasarnya sebagai berikut.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, konten Anda akan terlihat lebih relevan dan berwibawa di mata algoritma Facebook.