
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH — Peningkatan kualitas birokrasi tak cukup hanya mengandalkan pengalaman kerja. Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) kini mendorong aparatur sipil negara (ASN) melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Pasalnya, dari ribuan PNS yang ada, baru 9,73 persen yang telah menempuh pendidikan magister dan doktor.
Data tersebut disampaikan Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, dalam kegiatan audiensi dan sosialisasi Program Pascasarjana Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Ruang Rapat Besar Sekretariat Daerah Bangka Tengah, Senin (26/10/2026).
Algafry memaparkan, dari total 2.642 PNS di lingkungan Pemkab Bangka Tengah, hanya tiga orang yang berpendidikan doktor (S3) dan 254 orang berpendidikan magister (S2). Dengan demikian, jumlah PNS yang telah menempuh pendidikan S2-S3 mencapai 257 orang atau sekitar 9,73 persen.
Sementara itu, sebagian besar PNS lainnya masih berada pada jenjang pendidikan SMA hingga sarjana (S1).
Menurut Algafry, peningkatan kualifikasi pendidikan menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menghadapi tantangan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah yang semakin kompleks.
“Kita menyadari bahwa tantangan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah ke depan semakin kompleks. Dibutuhkan aparatur yang tidak hanya memiliki pengalaman kerja, tetapi juga didukung oleh penguasaan ilmu pengetahuan, kemampuan analisis, wawasan strategis, serta kapasitas kepemimpinan yang memadai,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengembangan kompetensi ASN bukan sekadar pilihan, melainkan bagian dari upaya menjaga profesionalisme aparatur agar mampu mengikuti kebutuhan organisasi dan perkembangan tata kelola pemerintahan.
Hal tersebut, kata Algafry, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara yang mengatur pengembangan kompetensi pegawai secara berkelanjutan.
Pemkab Bangka Tengah juga menilai pendidikan formal sebagai salah satu indikator dalam pemetaan manajemen talenta ASN. Kualifikasi pendidikan turut menjadi pertimbangan dalam penilaian potensi pegawai melalui Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA).
Karena itu, sosialisasi Program Pascasarjana IPDN diharapkan membuka peluang bagi ASN untuk melanjutkan studi sekaligus memperkuat kapasitas analisis, pola pikir kritis, dan kemampuan menyusun kebijakan strategis.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda, jajaran Sekretaris Daerah, staf ahli, asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta tim Program Pascasarjana IPDN yang dipimpin Sekretaris Program Studi Magister Terapan Pascasarjana, Marthalina.
Melalui program ini, Pemkab Bangka Tengah berharap semakin banyak ASN yang terdorong melanjutkan pendidikan ke jenjang magister maupun doktor. Upaya tersebut dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk membangun birokrasi yang semakin profesional dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.