
“Setiap Sabtu kami buka, selalu ada warga baru yang mendaftar jadi nasabah. Sampah yang disetor langsung ditimbang dan dicatat di rekening masing-masing. Ada harga berbeda untuk setiap jenis sampah, dan saldo bisa ditukar dengan sembako,” jelasnya.
Salah satu karyawati PT Timah sekaligus warga perumahan Division Processing and Refinery PT Timah Maya Soraya mengatakan dengan adanya Bank Sampah ini mengajarkan dirinya untuk mengelola dan memanfaatkan sampah rumahan.
“Dengan adanya bank sampah ini mengajarkan kita untuk mengelola dan memanfaatkan sampah memiliki nilai ekonomis, dulu dibuang sekarang sudah mulai dipilah dan dikumpulkan dan nanti bisa ditukarkan kan lumayan untuk kebutuhan dapur,” ujar Maya.
Tidak hanya PT Timah, tetapi kesadaran warga juga tinggi untuk menjaga lingkungan. Bank sampah menjadi bagian dari komitmen kami menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan asri.
Senada, Dedi salah satu penghuni Komplek Perumahan Division and Refinery mengatakan bahwa kehadiran bank sampah membantu menjaga lingkungan sekaligus mendukung ekonomi keluarga.
“Sampah yang dulunya hanya jadi persoalan di rumah, sekarang justru bisa dimanfaatkan. Selain menekan sampah plastik, hasilnya bisa menambah penghasilan,” katanya.