
“Hal ini menjadi suatu kebanggaan dan komitmen Pemerintah Bangka Tengah dalam menghadirkan layanan publik yang berkualitas, adapatif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Alhamdullilah, hari ini kita melakukan tahapan presentasi dan wawancara oleh para Tim Penilai KIPP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung via daring dan nanti akan dilanjutkan verifikasi lapangan,” ungkapnya, Selasa (06/05/2025).
Inovasi yang dikembangkan ini sudah dirasakan oleh masyarakat dan lingkungan Bangka Tengah, diantaranya dengan inovasi MANGROVE pada pengembangan tahun 2023 hingga saat ini mampu menambah luasan ekosistem hutan bakau menjadi 270 hektar dilanjutkan dengan sektor pariwisatanya yang meningkat, pendapatan batik ecoprint yang menembus pasar internasional, serta UMKM Industri Pengolahan dari Ekosistem Hutan Bakau mampu menarik 67 UMKM dengan omset ±4.980.428.000 rupiah/tahun.
“Ada juga KIOS MARITIM yang merupakan inovasi pelayanan publik di bidang kenelayanan pertama dan satu-satunya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan hingga sampai tahun 2024 sudah melayani 9 jenis dokumen kenelayanan dengan tujuan memudahkan nelayan,” ujarnya.