
Namun, gambaran bulanan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi harga sepanjang tahun. Secara tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih mengalami kenaikan indeks harga sebesar 4,70 persen, terutama dipengaruhi beras dan cabai rawit.
Bank Indonesia menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan dampak El Nino yang berkepanjangan. Sementara itu, kelompok transportasi mencatat kenaikan indeks harga lebih tinggi, yakni 5,27 persen secara tahunan.
Kenaikan pada sektor transportasi antara lain dipengaruhi tarif angkutan udara, seiring penyesuaian batas maksimal biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge untuk penerbangan domestik kelas ekonomi hingga 40 persen.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, mengatakan pihaknya terus mendorong pengendalian inflasi melalui penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, upaya menjaga stabilitas harga harus berjalan beriringan dengan kepastian ketersediaan stok pangan. Hal tersebut juga sejalan dengan arahan Gubernur Babel agar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat perannya dalam menjaga pasokan dan stabilitas harga.
Sejumlah langkah konkret telah dilakukan Bank Indonesia. Di antaranya memfasilitasi distribusi 2.500 kilogram beras premium untuk Pemerintah Kabupaten Belitung Timur melalui kerja sama dengan Perum Bulog Cabang Belitung.
Fasilitasi serupa juga diberikan untuk Kabupaten Bangka Tengah sebanyak 3.200 kilogram beras premium melalui Perum Bulog Cabang Bangka.