
Ali mengapresiasi bantuan PT Timah untuk pengembangan fasilitas pendidikan di yayasannya. Sebelumnya, yayasan tersebut juga pernah menerima bantuan perusahaan untuk pembangunan SDIT Al-Mansyur pada 2017.
Dukungan serupa diberikan kepada Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Permata Belitung. Bantuan yang disalurkan pada 2026 ditujukan untuk mendukung pembangunan dan kelengkapan ruang belajar bagi kegiatan pendidikan formal maupun tahfiz Al-Qur’an.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Permata Belitung, Nur Khotim, mengatakan pesantren yang berlokasi di Air Merbau, Tanjungpandan, tersebut memiliki sekitar 45 santri. Selain pendidikan formal, pesantren juga menyelenggarakan kegiatan TPA pada sore hari.
Menurut Nur Khotim, ruang kelas yang memadai menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menunjang kegiatan belajar dan pembinaan santri.
Ia berharap dukungan tersebut membantu pesantren melengkapi fasilitas pendidikan sekaligus membuka kesempatan bagi lebih banyak anak untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an di daerahnya sendiri.
“Tujuan kami mendirikan pesantren tahfiz ini supaya ada penerus-penerus penghafal Al-Qur’an. Anak-anak di sekitar sini juga punya tempat untuk belajar tahfiz Al-Qur’an tanpa harus keluar daerah,” tuturnya.
Selain asrama dan ruang belajar, PT Timah turut memberikan bantuan pembangunan masjid di Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Madinatunnajah, Yayasan Khodijah Center Madani, Kota Pangkalpinang.
Masjid tersebut direncanakan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga mendukung kegiatan pembelajaran dan pembinaan karakter para santri.
Ketua Yayasan Khodijah Center Madani, Samiah, mengatakan pesantrennya saat ini memiliki 73 santriwati. Sementara itu, kegiatan TPA pada sore hari diikuti sekitar 100 anak.