
Namun, musim itu tidak berakhir sesuai harapan. Asnawi mengalami cedera yang membutuhkan operasi dan pemulihan, sehingga kiprahnya pada musim 2025/2026 terhenti lebih cepat.
Perjalanan Asnawi menunjukkan bahwa berkarier di luar negeri bukan sekadar soal pindah klub atau bermain di kompetisi berbeda. Pemain juga harus menghadapi persaingan untuk mendapatkan tempat, menyesuaikan diri dengan taktik pelatih, serta menjaga kondisi fisik sepanjang musim.
Bagi pemain Indonesia, pengalaman seperti yang dijalani Asnawi dapat menjadi bekal untuk meningkatkan pemahaman taktik dan menghadapi intensitas pertandingan yang berbeda.
Meski demikian, statistik individu tetap harus dibaca bersama konteks tim, jumlah menit bermain, posisi yang dimainkan, dan kondisi fisik pemain. Dua assist dan puluhan tekel sukses, misalnya, memberi gambaran kontribusi Asnawi, tetapi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seorang bek.
Di tengah kembalinya Marselino Ferdinan dan Pratama Arhan ke Indonesia, perjalanan Asnawi menjadi pengingat bahwa kesempatan berkarier di luar negeri masih terbuka bagi pemain yang tumbuh melalui sepak bola nasional.
Kini, tantangan bagi Asnawi adalah memulihkan kondisi fisiknya dan kembali memperoleh kesempatan bermain secara konsisten bersama Port FC.