
INTRIK.ID — Ketika sejumlah pemain Timnas Indonesia memilih pulang ke Tanah Air setelah mencicipi sepak bola luar negeri, Asnawi Mangkualam justru masih mempertahankan kariernya di Thailand bersama Port FC.
Pilihan Asnawi menarik perhatian di tengah kabar besarnya bayaran pemain yang kembali merumput di kompetisi domestik. Salah satunya Marselino Ferdinan, yang resmi bergabung dengan Persija Jakarta pada September 2026.
Nilai kontrak Marselino memang tidak diumumkan secara resmi oleh Persija. Namun, laporan Okezone pada 25 September 2026 yang mengutip informasi jurnalis olahraga Oscar Baadila menyebut nilai kontraknya diperkirakan mencapai Rp18 miliar untuk dua musim. Jika angka itu benar, bayaran Marselino setara sekitar Rp9 miliar per musim.
Sementara itu, gaji Asnawi bersama Port FC juga tidak pernah diumumkan secara resmi. Okezone pada Agustus 2025 menyebut kisarannya diperkirakan mencapai Rp4,29 miliar per musim.
Jika kedua estimasi tersebut dibandingkan, bayaran Marselino di Persija berpotensi lebih dari dua kali lipat angka yang diperkirakan diterima Asnawi di Thailand. Namun, perbandingan ini bukan angka kontrak resmi dan belum tentu mencerminkan seluruh bonus maupun fasilitas yang diterima masing-masing pemain.
Asnawi bukan pemain yang baru mencoba peruntungan di luar negeri. Bek kanan kelahiran Makassar itu memulai petualangan internasionalnya bersama Ansan Greeners di Korea Selatan pada 2021.
Setelah itu, ia memperkuat Jeonnam Dragons sebelum bergabung dengan Port FC pada Januari 2024.
Perjalanan tersebut memberinya pengalaman bermain di dua negara Asia dengan karakter kompetisi berbeda. Pengalaman internasional, persaingan untuk mendapatkan tempat di tim, serta kesempatan mengembangkan kemampuan menjadi bagian dari pertimbangan yang mungkin relevan dalam perjalanan karier seorang pemain.
Port FC juga menunjukkan kepercayaan terhadap Asnawi dengan memperpanjang kontraknya hingga akhir musim 2028/2029. Pengumuman perpanjangan kontrak itu disampaikan klub pada akhir Desember 2024.
Artinya, masa depan Asnawi di Thailand bukan sekadar bergantung pada kontrak jangka pendek. Ia telah mendapatkan ikatan kerja jangka panjang dari klub yang dibelanya.
Marselino mengambil jalur berbeda. Setelah berkarier di Eropa bersama klub-klub seperti KMSK Deinze, Oxford United, dan AS Trenčín, ia kembali ke Indonesia untuk bergabung dengan Persija Jakarta.
Kepindahan tersebut memunculkan perhatian terhadap kemungkinan nilai kontrak pemain yang pulang dari luar negeri. Akan tetapi, besarnya bayaran tidak bisa dijadikan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah transfer, terlebih ketika angka kontrak belum diumumkan secara resmi.
Pratama Arhan juga kembali ke kompetisi Indonesia pada 2026 setelah sebelumnya bermain di Jepang, Korea Selatan, dan Thailand.
Di sisi lain, perjalanan Asnawi memperlihatkan bahwa pilihan karier setiap pemain tidak selalu sama. Ada yang memilih kembali ke kompetisi domestik, sementara yang lain melanjutkan perjalanan di luar negeri.
Apakah Asnawi bertahan di Thailand karena memperoleh bayaran yang lebih besar, atau justru memilih bertahan demi tantangan karier? Belum ada pernyataan Asnawi yang dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan motif tersebut.
Karena itu, membandingkan estimasi gaji tidak otomatis menjelaskan alasan seorang pemain memilih klub tertentu. Faktor kontrak, kesempatan bermain, kebutuhan keluarga, lingkungan profesional, dan rencana karier bisa memiliki pertimbangan masing-masing.
Yang jelas, Asnawi telah memperoleh kontrak jangka panjang dari Port FC, sementara Marselino membuka babak baru kariernya bersama Persija Jakarta.
Bagi sepak bola Indonesia, kedua jalur itu sama-sama menarik untuk diamati. Kompetisi domestik dapat menawarkan peluang bagi pemain untuk berkembang di depan publik sendiri, sedangkan karier di luar negeri memberi pengalaman menghadapi lingkungan dan persaingan berbeda.
Pada akhirnya, bukan hanya angka gaji yang menentukan perjalanan seorang pemain, melainkan juga bagaimana ia memanfaatkan kesempatan, menjaga performa, dan terus berkembang di level profesional.
Catatan redaksi: Estimasi gaji Asnawi dan Marselino dalam artikel ini bersumber dari pemberitaan media, bukan pengumuman resmi klub. Nominal kontrak, bonus, dan fasilitas keduanya belum diketahui secara pasti.