
Perjalanan tersebut memberinya pengalaman bermain di dua negara Asia dengan karakter kompetisi berbeda. Pengalaman internasional, persaingan untuk mendapatkan tempat di tim, serta kesempatan mengembangkan kemampuan menjadi bagian dari pertimbangan yang mungkin relevan dalam perjalanan karier seorang pemain.
Port FC juga menunjukkan kepercayaan terhadap Asnawi dengan memperpanjang kontraknya hingga akhir musim 2028/2029. Pengumuman perpanjangan kontrak itu disampaikan klub pada akhir Desember 2024.
Artinya, masa depan Asnawi di Thailand bukan sekadar bergantung pada kontrak jangka pendek. Ia telah mendapatkan ikatan kerja jangka panjang dari klub yang dibelanya.
Marselino mengambil jalur berbeda. Setelah berkarier di Eropa bersama klub-klub seperti KMSK Deinze, Oxford United, dan AS Trenčín, ia kembali ke Indonesia untuk bergabung dengan Persija Jakarta.
Kepindahan tersebut memunculkan perhatian terhadap kemungkinan nilai kontrak pemain yang pulang dari luar negeri. Akan tetapi, besarnya bayaran tidak bisa dijadikan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah transfer, terlebih ketika angka kontrak belum diumumkan secara resmi.
Pratama Arhan juga kembali ke kompetisi Indonesia pada 2026 setelah sebelumnya bermain di Jepang, Korea Selatan, dan Thailand.
Di sisi lain, perjalanan Asnawi memperlihatkan bahwa pilihan karier setiap pemain tidak selalu sama. Ada yang memilih kembali ke kompetisi domestik, sementara yang lain melanjutkan perjalanan di luar negeri.
Apakah Asnawi bertahan di Thailand karena memperoleh bayaran yang lebih besar, atau justru memilih bertahan demi tantangan karier? Belum ada pernyataan Asnawi yang dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan motif tersebut.