
Memang, ada beberapa browser yang juga sudah menawarkan peletakkan tab di kiri, seperti Edge dan Safari. Tapi kedua browser itu masih memfokuskan kotak alamat, navigasi, dan berbagai tool lain di bagian atas. Sementara Arc benar-benar meletakkan semuanya di sisi samping.
Di sisi kiri atas bisa kamu temukan Omnibox (kotak alamat/pencari), Favorit, Pinned Tab (tab yang disematkan), dan Tab biasa. Di sisi kiri bawah, terdapat Library dan Spaces (juga tombol untuk menambah salah satu elemen). Sedangkan pengaturan letak Split View dan Ekstensi ada di sisi kanan atas (dengan hover kursor).
Tapi Arc Browser masih memberi kejutan lain. Karena kita bisa menyembunyikan sidebar dan menikmati halaman website sepenuhnya. Yah, mirip seperti menyembunyikan sidebar di aplikasi Notion atau Coda. Dengan kata lain, ada tampulan full page, walau tidak memenuhi layar (full screen).
Melihat tampilan full page, mungkin kamu punya pertanyaan, lalu bagaimana kita melakukan navigasi? Caranya ya hover kursor ke wilayah mereka masing-masing. Nanti sidebar akan muncul sebagai pop-up atau seperti context menu. Selain itu, kamu bisa juga memanfaatkan shortcut.
Selain itu, Arc Browser juga punya fitur Split View. Fitur ini memungkinkan kita membuka beberapa website berdampingan. Kamu bisa mengetik di Google Docs sambil membaca referensi di Wikipedia atau membuka beberapa media sosial sekaligus.
Nah, mungkin saat kamu melihat sidebar dan tampilan full page, kamu bingung bagaimana bisa mengetik alamat URL website atau melakukan pencarian di Google dengan cepat. Sederhana. Kamu tinggal tekan shortcut ⌘+T maka kotak omnibox akan muncul dan kamu bisa mengetiknya di sana.