Anggaran Terbatas, JOTA-JOTI Babel Tetap Digelar, 50 Pramuka Terhubung ke 51 Stasiun Radio

    INTRIK.ID, PANGKALPINANG — Keterbatasan anggaran tak menghentikan Dewan Kerja Daerah (DKD) Gerakan Pramuka Kepulauan Bangka Belitung menggelar Jamboree On The Air dan Jamboree On The Internet (JOTA-JOTI) Daerah 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (18/10/2026) itu diikuti 50 Pramuka Penegak dan Pandega dari lima kwartir cabang di Pulau Bangka.

    Di tengah keterbatasan dana, kegiatan yang menjadi bagian dari agenda kepramukaan internasional tersebut diselenggarakan selama satu hari. Meski durasinya dipangkas, peserta tetap mendapat kesempatan belajar komunikasi radio amatir, berinteraksi melalui internet, hingga mengasah keterampilan desain grafis dan publikasi.

    Ketua DKD Kepulauan Bangka Belitung, Akhlakul Kanaah, mengatakan keterbatasan anggaran tidak boleh membuat kegiatan pembinaan anggota muda terhenti.

    “Walaupun tanpa anggaran, kami tetap berusaha mengupayakan kegiatan bagi Pramuka Penegak dan Pandega agar mereka tidak kehilangan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan berkarya,” ujarnya.

    Menurut Akhlakul, DKD berupaya menghadirkan kegiatan yang memberi manfaat bagi generasi muda dengan mengandalkan kreativitas, kemandirian, dan kolaborasi bersama berbagai pihak.

    Salah satu dukungan datang dari Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Daerah Kepulauan Bangka Belitung. Organisasi tersebut mendampingi peserta sekaligus memberikan materi mengenai komunikasi radio amatir.

    Ketua Sangga Kerja JOTA-JOTI Daerah Kwarda Babel 2026, Hafidz, melaporkan kegiatan diikuti perwakilan Kwartir Cabang Bangka, Kota Pangkalpinang, Bangka Tengah, Bangka Barat, dan Bangka Selatan. Selama kegiatan, peserta juga berhasil menjalin komunikasi dengan 51 stasiun radio di berbagai wilayah Indonesia.

    Capaian tersebut memberi peserta pengalaman mengenal jaringan komunikasi radio amatir sekaligus berinteraksi dengan komunitas dari daerah lain. Namun, penyelenggaraan satu hari juga menjadi tantangan untuk memaksimalkan waktu belajar dalam sejumlah sesi yang berbeda.

    Selain komunikasi radio dan aktivitas JOTA melalui internet, peserta mengikuti materi desain grafis. Keterampilan ini diarahkan untuk mendukung pembuatan materi publikasi, penyebaran informasi, serta pengembangan media komunikasi di lingkungan kepramukaan.

    Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan lokakarya bertema “Setiap Pramuka adalah Pewarta” yang disampaikan Tri Harmoko. Materi tersebut mengajak peserta mendokumentasikan kegiatan dan menyebarkan informasi positif tentang kepramukaan secara kreatif serta bertanggung jawab.

    Kegiatan dibuka oleh Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kepulauan Bangka Belitung, Zaidan, dan turut dihadiri Wakil Ketua ORARI Daerah Babel, Eka, serta Sekretaris ORARI Daerah Babel, Zulkarnain. Penutupan dilakukan oleh Nico, pendamping kegiatan yang mewakili Bidang Pembinaan Anggota Muda Kwarda Babel.

    JOTA-JOTI merupakan kegiatan tahunan Gerakan Pramuka yang berlangsung serentak di berbagai negara pada 16–18 Oktober 2026. Melalui kegiatan ini, Pramuka Penegak dan Pandega diharapkan dapat memperluas jejaring, meningkatkan kecakapan komunikasi, serta memanfaatkan teknologi untuk kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

    Meski kegiatan tetap terlaksana, keterbatasan anggaran menjadi catatan bagi penyelenggaraan pembinaan berikutnya. Keberlanjutan program dan pemerataan kesempatan bagi anggota Pramuka di berbagai wilayah tetap membutuhkan dukungan serta kolaborasi yang konsisten. (*)

      Ikuti kami di Facebook