
Samsul juga berharap Pancasila ini akan terus dapat dimaknai dan diterapkan dalam kehidupan sehari–hari tidak hanya oleh generasi terdahulu, melainkan juga anak–anak muda ataupun generasi masa depan Indonesia.
Sementara itu Kepala BPIP, Yudian Wahyudi mengatakan tujuan dari dialog ini secara bersama-sama, bersemangat, dan berkolaborasi antar multi pihak khususnya pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus gotong royong dalam menerapkan Pancasila di Negeri Serumpun Sebalai.
Dikatakannya, ada beberapa persoalan yang harus kita selesaikan. Dan untuk menyelesaikannya diperlukan adanya kolaborasi, kerja sama, dan sinergi dari lima unsur, yakni pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat. Jadi, kerja sama sangat diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan bangsa secara keseluruhan pada prinsipnya.
“Kedepan anak-anak juga nanti diberi kesempatan untuk mengekspresikan kepancasilaannya dengan melibatkan mereka dengan lomba-lomba, sehingga mereka benar-benar mencintai Pancasila melalui dunia mereka. Harapan kami akan ada pelatihan ekonomi Pancasila yang sebagiannya akan mengambil dari Babel,” ungkap Yudian.(*)