
BANGKA. SUNGAILIAT. INTRIK.ID – Ternyata pasca teragedi Matras , Kamis ( 21/7/2022) lalu tidak menjadi contoh keselamatan kerja bagi para pekerja Tambang Inkonvensional ( TI ) Jenis selam. Dimana insiden tersebut menewaskan satu orang penyelam atas nama Baron.
Keberadaan TI Selam beroperasi dekat dengan Kapal Isap Produksi ( KIP ) Membuat KIP tidak bisa manuver. Diketahui insiden menimpa Baron lantaran bekerja terlalu dekat dengan KIP Indo Siam Pukhet 1.
Takut akan terjadi hal serupa terulang, manajemen KIP NIYOM mengeluhkan keberadaan TI Selam beroperasi hanya beberapa meter dari KIP NIYOM.
Hal tersebut disampaikan Budi perwakilan dari manajemen KIP NIYOM, saat dikonfirmasi INTRIK.ID, Senin (1/8/2022) siang. Dirinya mengatakan TI selam masih bekerja dekat KIP.
“TI selam masih kerja dekat dengan KIP Niyom, KIP Niyom masih operasi Pak jadi kami terganggu, kapal gak bisa manuver, hasil produksi timah jadi berkurang. Kalau KIP Phuket sudah stop perbaikan bulanan,” ungkapnya