97 Kali Padamkan Karhutla, PT Timah Perkuat “Si Jago Merah” Hadapi Musim Kering di Babel

    “Untuk membantu terutama di wilayah utara, Kabupaten Bangka, responsnya luar biasa. Begitu juga di Kabupaten Bangka Barat sangat membantu,” ujarnya.

    Ia menilai pola kolaborasi seperti ini menjadi penting ketika kebakaran terjadi secara bersamaan di beberapa lokasi.

    “Jika semua stakeholder, baik BUMN, vertikal maupun pemerintah, sudah bersatu untuk membantu sesama, insyaallah kita akan lebih kuat dalam menghadapi cuaca atau musim El Nino Godzilla ini,” katanya.

    Budi juga menyampaikan apresiasi kepada PT Timah atas dukungan yang diberikan kepada pemerintah daerah.

    “Terima kasih banyak buat PT Timah yang telah membantu kami pemerintah provinsi. Pak Gubernur juga memberikan apresiasi kepada rekan-rekan, terutama pemadam di PT Timah itu sendiri,” tuturnya.

    Bukan Cuma Soal Armada, Air Juga Jadi Persoalan

    Dalam proses pemadaman, petugas masih menghadapi kendala klasik, yakni keterbatasan sumber air.

    Armada pemadam umumnya membawa sekitar empat hingga lima ton air. Ketika air habis dan tidak terdapat sumber air maupun armada penyuplai di sekitar lokasi, petugas harus kembali melakukan pengisian.

    Kondisi tersebut dapat memakan waktu sekitar 15 hingga 30 menit.

    “Kalau kita hanya sendiri dan tidak ada langsung supply air, kita harus mengambil air lagi. Itu butuh waktu kurang lebih 15 sampai 30 menit,” jelas Budi.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook