97 Kali Padamkan Karhutla, PT Timah Perkuat “Si Jago Merah” Hadapi Musim Kering di Babel

    Karena itu, keberadaan banyak armada dalam satu operasi menjadi penting. Ketika satu armada melakukan pemadaman, armada lainnya dapat membantu menyuplai air sehingga proses penanganan tidak sepenuhnya terhenti.

    Pemerintah juga menggandeng Perumda Air Minum untuk memperkuat ketersediaan sumber air, termasuk melalui pemanfaatan hidran di sejumlah titik untuk mempercepat pengisian armada pemadam.

    Masyarakat Diminta Jangan Jadi Pemicu

    Selain memperkuat kemampuan pemadaman, Budi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terlebih saat kondisi lahan kering.

    Ia meminta masyarakat tidak sengaja membakar lahan maupun melakukan tindakan yang dapat menimbulkan titik api.

    “Mohon kepada seluruh masyarakat, stop, berhenti untuk jahil ataupun sengaja. Jangan usil,” tegasnya.

    Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila mengetahui adanya pihak yang sengaja memicu kebakaran agar dapat ditindak sesuai aturan.

    Budi berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, PT Timah dan seluruh pemangku kepentingan tidak hanya dilakukan ketika musim kemarau atau ancaman karhutla meningkat.

    Menurutnya, kebakaran bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan, kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat.

    “Selanjutnya kita jangan sampai di musim El Nino ini saja, tetapi ke depannya juga kita tetap bersinergi karena ini adalah nyawa masyarakat kita. Di sini ada efek sosial dan ekonomi juga,” pungkasnya.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook