
Sementara itu, Lurah Jelitik, Sri Juniarti, mengatakan keberadaan atraktor cumi tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga dapat membantu nelayan menekan biaya operasional.
“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, nelayan cumi kita enggak perlu jauh-jauh melaut, sehingga bisa menghemat biaya operasional dan ekosistem biota laut tetap terjaga,” ujarnya.
Ketua DPC HNSI Kabupaten Bangka, Lukman, menjelaskan penggunaan atraktor buatan merupakan bagian dari upaya mendekatkan daerah penangkapan ikan bagi nelayan. Sebelumnya, nelayan harus melaut hingga belasan mil untuk menemukan lokasi yang potensial.
“Memang secara alami ada, tetapi jangkauannya jauh. Kita coba membuat atraktor buatan supaya lebih dekat, sehingga mobilitas nelayan lebih singkat dan dapat menghemat BBM,” jelasnya.
Bagi nelayan, keberadaan atraktor di sekitar perairan pesisir memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung. Ifandi, salah satu nelayan Pantai Tambak Udang, mengatakan atraktor yang telah dipasang sebelumnya turut membantu aktivitas penangkapan ikan.
“Kalau bisa ditambah lagi agar lebih bagus dan bermanfaat. Banyak manfaatnya, alhamdulillah,” tuturnya.